Selasa, 19 Juli 2011

yakin

rasa ini sungguh memuakkan

aku tak ingin ini semua menjadi sukar nantinya

yah kecewa, takut, tertekan, tersudut, terbuang

semua asa yang tak jelas hadir disana

'ini pilihanku', kataku dalam hati

tapi aku masih harus meyakinkan diriku sendiri

ucapanku...

yah, aku berusaha untuk menang atau setidaknya membuatnya mengerti

membuatnya percaya dan memberikan aku kesempatan

kesempatan yang dapat merubah segala nanti

aku harap ini benar

aku harap ini berjalan lancar

aku harap ini mudah nantinya

dan aku harap ini menjadi kenyataan

nb:
Tuhan, tolong lancarkan ini semua

Senin, 18 Juli 2011

2 gerbang pencapaian

aku masuk kedalam ruangan yang berbeda

rasanya seperti tinggal dalam ruangan kedap suara

aku melihat orang berlalu-lalang, tapi tak seorangpun melirikku

tapi rasanya tetap hampa

mereka tersenyum

penuh dengan kedamaian

tapi tak sedikitpun aku merasakan kedamaian itu

aku harap aku sudah benar bangun dari bunga tidur

aku ingin menjalaninya dari kenyataan

aku masih belum dapat menentukan pilihan

hatiku mengatakan aku dapat tinggal di tempat itu

tapi fikiranku melayang ke suatu tempat yang bukan seharusnya


hingga aku berjalan mendekati ruangan itu

melihat raut wajah karibku

yang mengatakan bahwa dia bahagia tinggal disana


aku melirik ruangan itu

dan sempat terlintas jika aku berada diruangan itu

pencapaian juga targetku akan lebih mudah ku raih

rasanya semua akan lebih mudah dari sebelumnya


tapi

aku pun tidak tau akan menjadi apa dan siapa nantinya jika aku masuk ke ruangan itu

hingga aku melihatmu lagi

kau menyakinkanku terhadap tempat yang sudah membuka pintu dan menerimaku disana

kau meyakinkanku bahwa aku dapat bertahan disana

dan menjadi yang paling cemerlang dan bersinar disana

raut wajah dan ucapanmu itu membuat ku semakin yakin...

bahwa kini aku semakin bingung

Minggu, 17 Juli 2011

peri palsu

dia membuatku tersigkir
seakan dia mengambil tempat ku untuk berpijak
tapi untuk kali ini dan seterusnya aku akan tertawa
ya...
bertapa lucunya hidupku dikelilingi oleh orang seperti mereka
hingga tanpa ku sadari
kau bagian dari mereka
yang penuh kepalsuan

kau datang diduniaku selayaknya peri
kau isi hidupku layaknya kepompong
tapi kau kira kau dapat mengahncurkan aku semudah itu??
kau salah

enam jempol untukmu
kau memang peri palsu
atau bisa ku bilang kau adalah seorang aktris?
hingga kau tak dapat membedakan dimana kau harus berperan dan dimana saat kau harus menghentikan peranmu itu

ingin rasanya aku mentertawai dirimu itu
aku sungguh kasihan padamu

keep smile and keep your face like that
so no one knows your rottenness
and people will judge you like a good angel
i hope you always get what do you want
:-)

Sabtu, 16 Juli 2011

kosong

merindunya membuat waktu berjalan lambat sekali
seakan waktu menjadi lebih kejam dari pada dugaan semula
jarak dan keinginan bertemu disihirnya menjadi rindu
rindu yang disihirnya menjadi ragu
kala ucapan tak lagi sama
dan lidah menjadi kelu
hanya pandangan kosong ini yang berlabuh
dan bersauh memandang anganmu
yang dibunuh tragis oleh asa kelabu
yang kian menjadi abu

Seharusnya

kau katakan itu takdir
tapi menurutku itu bukanlah takdir
itu adalah pilihanmu

aku semakin bingung padamu
kau bilang kau hanya akan jatuh cinta pada satu orang yang akan menjadi pendamping hidupmu
tapi dari dahulu hingga sekarang ini kau mengatakan hal yang sebaliknya

kau katakan kau tidak akan menjalin hubungan dengan siapapun
lalu untuk apa kau menyimpan rasa untuk orang yang belum pasti dia yang menjadi pendamping hidupmu

seharusnya jika kau mengerti apa yang kau ucapkan kau tak perlu bersikap seperti ini

jika kau benar-benar menyerahkan cintamu untuk pendamping hidupmu kelak
kau harus menjaga perasaan itu dengan baik

dengan sikapmu yang seperti ini sama saja kau mempermainkan hidupmu

Jeritan sebuah buku

aku menatapmu lekat-lekat
lembaran-lembaran itu bertumpuk dimejaku
lembaran-lembaran yang tebal dan banyak

yah...
mereka...
mereka yang sudah berada dan tinggal disana selama lebih dari satu tahun
mereka yang berlapis debu bertumpuk ilmu hadir disana
tapi tak banyak dari mereka yang aku anggap ada
sebagian pun tidak mungkin hanya seperempat dari mereka yang aku benar mengerti


yah mereka...
mereka yang tinggal disana berharap aku meliriknya
mereka yang tinggal disana berharap aku membawanya
mereka yang tinggal disana berharap dia bermanfaat


mereka yang selalu berdoa agar tak berakhir di penampungan ataupun berakhir menjadi abu


kau ataupun kalian yang disebut dan dielu-elukan sebagai gudang ilmu
seharusnya kalian tak pernah berakhir dipenampungan,dipembakaran ataupun menjadi serpihan kecil pembukus makanan yang kemudian diinjak dan dibuang...


seharusnya kalian menjadi bekal dan pedoman masa depan
tanpa harus dilupakan sejarah
tapi sejarahlah yang harus mengenang kalian

suatu hari disebuah jalan

jalan yang dulu tak dihuni oleh siapapun kini berubah menjadi pusat peradaban manusia
jalan yang dulu rimbun kini berubah menjadi ruko-ruko yang saling berhimpit satu sama lain
akar yang dulu menjadi pijakan kaki sekaligus hiasan aspal kini bermetamorfosis menjadi sampah

aku memang tak ingat banyak tentang jalan ini
tapi aku tau bahwa lima belas tahun yang lalu jalan ini adalah sulit terjamah oleh sembarang orang

yah, tak banyak orang yang mengerti
tapi lebih baik mereka tak mengerti
karena saat mereka mengerti itulah saat dimana mereka akan merusak kembali

Jumat, 15 Juli 2011

mencintaimu

aku mendengarkan detak jantungmu
aku memelukmu dengan erat
kau mengatakan banyak hal
cita-citamu
impianmu
keinginanmu
menyiratkan kebanggaan, kebahagiaan dan kesyukuranmu....

tapi semua asa itu kini bersatu menjadi rasa ketakutan

wajah,tubuh hingga kekuatan mu kini mulai melemah

kini setiap saat rasanya berarti

setiap aku menciummu
setiap aku memelukmu
setiap aku merasakan detak jantungmu
setiap aku merasakan hembusan nafasmu dirambutku
aku selalu berdoa dan berdoa agar Tuhan masih memberikan karunianya padamu
rasanya air mata ini tak terbendung lagi

aku tidak akan sanggup menerima kenyataan suatu saat nanti
saat aku hanya dapat mencium,memeluk,dan memegangmu dari bingkai kehidupan
tanpa merasakan detak jantung, hembusan nafas dan kehangatanmu

kau yang hanya meminta secangkir kopi untuk setiap peluh yang kau titiskan
kau yang hanya menggunakan pakaian yang itu itu saja karena ingin melihat aku mengenakan pakaian yang baru
kau yang hanya memakan nasi dan garam agar perutku terisi penuh
kau yang tidur di ranjang kapuk agar aku dapat tidur dengan nyenyak

dan inilah penyesalan
aku yang selalu menyia-nyiakanmu

maafkan aku yang tidak dapat memberimu banyak hal
sungguh aku mencintaimu
aku mencintaimu sebagaimana aku mencintai diriku sendiri
terimakasih untuk segalanya
aku akan selalu mendoakanmu hingga rasa kantuk untuk tidur selamanya itu menghampiriku

Kamis, 14 Juli 2011

your heart belong

kini aku benar-benar tau bahwa dialah yang menjadi alasan dari segalanya
tak penting bagaimana dia dapat menemukan kunci yang sudah lama hilang itu

tapi yang jelas adalah dia dapat membuka pintu itu

sudah lama aku menunggu saat ini
tapi sayangnya bukan dialah yang aku harap datang menjemputku


kau memang menjadi alasan dari segalanya tapi tak berarti kau dapat masuk dan diterima disana


kau sudah memiliki berbagai macam kunci yang lain
silahkan carilah tempat dimana kasih akan menerimamu
tapi bukan disini

tutup mata = tutup hati

aku melihatmu terhempas menuju ubin
aku berlari menghampirimu
untuk memastikan keadaanmu
kau tergeletak tak berdaya dengan mata tertutup rapat
ingin rasanya aku berteriak meminta mereka lembut membawamu
tapi apalah daya aku pun tidak akan kuat mengangkutmu sendirian
aku mencoba membangunkanmu
tapi kau tidak merespon apapun
aku hanya takut kau tidak dapat membuka matamu lagi

saat kau sadar lega rasanya
peluh yang mengalir tak kupedulikan rasanya

tapi itu semua sirna setelah kau melakukan itu lagi
aku mencoba membersihkan wajahmu yang penuh dengan kegelisahan
tapi kau malah menepis tanganku
setiap pertanyaan yang aku utarakan tidak satupun kau menjawabnya

rasanya peluh yang tercucur ini dapat terhitung banyaknya
rasa lelah ini sungguh memuakkan

aku tidak mengerti mengapa kau melakukan itu

tapi aku anggap kau melakukan itu secara tidak sadar

aku takut kau melakukan itu karena kau tak ingin aku ada disekitarmu saat kau bersama dengan kawanmu

aku anggap kau tidak sadar saja
karena itu membuat perasaanku menjadi lebih baik

Jumat, 08 Juli 2011

seharusnya

kau katakan itu takdir
tapi menurutku itu bukanlah takdir
itu adalah pilihanmu

aku semakin bingung padamu
kau bilang kau hanya akan jatuh cinta pada satu orang yang akan menjadi pendamping hidupmu
tapi dari dahulu hingga sekarang ini kau mengatakan hal yang sebaliknya

kau katakan kau tidak akan menjalin hubungan dengan siapapun
lalu untuk apa kau menyimpan rasa untuk orang yang belum pasti dia yang menjadi pendamping hidupmu

seharusnya jika kau mengerti apa yang kau ucapkan kau tak perlu bersikap seperti ini

jika kau benar-benar menyerahkan cintamu untuk pendamping hidupmu kelak
kau harus menjaga perasaan itu dengan baik

dengan sikapmu yang seperti ini sama saja kau mempermainkan hidupmu

the Victory of life

Bagai terpukul kala itu. Satu-satunya orang yang bisa saya andalkan ternyata justru sudah membuat saya tersungkur. Dan dia yang ada dihadapan saya ini masih sama dengan dia yang dulu telah membuat saya benar-benar kecewa. Bahkan setelah kejadian itu, dia tidak pernah sekedar menyatakan alasan ketidakhadirannya saat saya menunggunya di tempat itu.

Harapan saya sudah semakin menipis...
tapi saya tetap berjuang menjalani hidup, karena tanpa mereka saya masih tetap hidup, saya dapat menjalani hidup ini dengan sebaik-baiknya, atau bahkan mungkin tanpa mereka saya dapat memulai hidup lagi sebelum angka nol tanpa ada mereka dalam hidup saya

Tapi, takdir berkata lain...
Pada saat saya sudah bisa melupakan semua itu...
pada saat rasa sakit itu sirna...
kini dia datang menangis ingin meminta pertolongan saya?.

Dimana dia ketika saya membutuhkannya?
Dimana dia ketika dia menjadi satu-satunya harapan yang tersisa?
Dimana dia ketika kehidupan sedang tidak berpihak pada saya?

Saya tak habis pikir, apakah selama ini dia hanya menjadikan saya tameng disaat dia susah? dan melempar saya jauh-jauh setelah peperangan berakhir?

saya tidak keberatan untuk menolongnya...
 walaupun saya benar membencinya toh, tidak akan mendatangkan kebahagiaan dalam hidup saya dengan saya tidak menolongnya...
dan...
itulah yang membuat saya berbeda dari mereka....

saya tidak perlu berperang untuk mencapai kemenangan
karena mereka sendiri yang telah menyerah ketika sampai dimedan perang