aku mendengarkan detak jantungmu
aku memelukmu dengan erat
kau mengatakan banyak hal
cita-citamu
impianmu
keinginanmu
menyiratkan kebanggaan, kebahagiaan dan kesyukuranmu....
tapi semua asa itu kini bersatu menjadi rasa ketakutan
wajah,tubuh hingga kekuatan mu kini mulai melemah
kini setiap saat rasanya berarti
setiap aku menciummu
setiap aku memelukmu
setiap aku merasakan detak jantungmu
setiap aku merasakan hembusan nafasmu dirambutku
aku selalu berdoa dan berdoa agar Tuhan masih memberikan karunianya padamu
rasanya air mata ini tak terbendung lagi
aku tidak akan sanggup menerima kenyataan suatu saat nanti
saat aku hanya dapat mencium,memeluk,dan memegangmu dari bingkai kehidupan
tanpa merasakan detak jantung, hembusan nafas dan kehangatanmu
kau yang hanya meminta secangkir kopi untuk setiap peluh yang kau titiskan
kau yang hanya menggunakan pakaian yang itu itu saja karena ingin melihat aku mengenakan pakaian yang baru
kau yang hanya memakan nasi dan garam agar perutku terisi penuh
kau yang tidur di ranjang kapuk agar aku dapat tidur dengan nyenyak
dan inilah penyesalan
aku yang selalu menyia-nyiakanmu
maafkan aku yang tidak dapat memberimu banyak hal
sungguh aku mencintaimu
aku mencintaimu sebagaimana aku mencintai diriku sendiri
terimakasih untuk segalanya
aku akan selalu mendoakanmu hingga rasa kantuk untuk tidur selamanya itu menghampiriku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar