Kamis, 14 Juli 2011

tutup mata = tutup hati

aku melihatmu terhempas menuju ubin
aku berlari menghampirimu
untuk memastikan keadaanmu
kau tergeletak tak berdaya dengan mata tertutup rapat
ingin rasanya aku berteriak meminta mereka lembut membawamu
tapi apalah daya aku pun tidak akan kuat mengangkutmu sendirian
aku mencoba membangunkanmu
tapi kau tidak merespon apapun
aku hanya takut kau tidak dapat membuka matamu lagi

saat kau sadar lega rasanya
peluh yang mengalir tak kupedulikan rasanya

tapi itu semua sirna setelah kau melakukan itu lagi
aku mencoba membersihkan wajahmu yang penuh dengan kegelisahan
tapi kau malah menepis tanganku
setiap pertanyaan yang aku utarakan tidak satupun kau menjawabnya

rasanya peluh yang tercucur ini dapat terhitung banyaknya
rasa lelah ini sungguh memuakkan

aku tidak mengerti mengapa kau melakukan itu

tapi aku anggap kau melakukan itu secara tidak sadar

aku takut kau melakukan itu karena kau tak ingin aku ada disekitarmu saat kau bersama dengan kawanmu

aku anggap kau tidak sadar saja
karena itu membuat perasaanku menjadi lebih baik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar